Belum Diklaim 🕌 Masjid BAITUL KARIM
Masjid ini sudah terdaftar, tapi belum ada pengurus yang mengelola website-nya. Klaim gratis & aktifkan fitur lengkap untuk masjid Anda.

Tentang Masjid BAITUL KARIM

Masjid BAITUL KARIM

Masjid Baitul Karim ini dibangun diatas hamparan tanah wakaf oleh masyarakat melayu di TanjugBalai pada Tahun 1987 oleh Yayasan Amal Bakti Muslim pancasila (YAMP) yang didirikan oleh presiden Soeharto ketika itu dengan arsitekturnya mengadopsi gaya masjid Demak. dan bentuknya serupadiseluruh indonesia. Nama Baitul Karim pada masjid ini mengambil tyah nama sepasang suami istri Karim dan Maimun yang menjadi asal usul Pulau Karimun. Namun yang pasti nama masjid mengunakan dua Kosa kata bahasa arab : bait yang berarti Rumah dan karim yang diambil dari Al-Karim (Nama Sifat Allah ke 43 dai 99 Asmaul Husna adalah nama -nama Allah yang baik,mulia,dan Agung sesuai dengan sifat-sifat Nya,aL Karim itu berarti yang maha Mulya Luas bangunan Masjid ini 289 M2 , mampu menampung 500 orang jama'ah dengan dilengkapi Masyarakat Masjid ,rumah imam yang terdiri 2 lantai,Lantai pertama juga dijadikan tempat/toko (Ruko) halaman parkir,taman,ruang,belajar TPA,Aula serba guna,perpustakaan dan tempat Whudu yang modern.Komplek Masjid Baitul Karim terletak di tengah-tengan pusat kota lama Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun. Sisi kiri dan kanan komplek masjid ini diapit oleh Jalan Trikora dan Jalan Nusantara (tempo dulu disebut Jalan Besar). Bersempena letak masjid ini, dulu ada sepotong jalan, yang kini telah menjadi bagian dari ‘halaman’ masjid, yang disebut Jalan Masjid: sepotong jalan yang menghubungan Jl. Trikora dan Jl. Nusantara. Masjid Baitul Karim adalah salah satu masjid baru yang dibangun ketika Kabupaten Karimun masih merupakan sebuah Kecamatan (Kecamatan Karimun), dalam wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Riau, dengan ibu kota Tanjungbalai. Namun demikian, sesungguhnya, komplek masjid baru ini berdiri diatas hamparan tanah wakaf tempat sebuah masjid lama pernah berdiri: sebuah masjid yang dibangun lebih kurang sekitar lima puluh delapan tahun setelah kerajaan Riau-Lingga dihapuskan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1913. Dengan kata lain, bangunan masjid Baitul Karim saat ini adalah penganti bangunan masjid lama tersebut.Menurut mantan sekretaris masjid yang lama Tanjungbalai, masjid itulah yang disebut sebagai “Masjid Raya Karimun”, masjid pertama yang dibangun di Kota Tanjungbalai. Masyarakat Tanjungbalai juga menyebutnya “Masjid Pasar”, karena letaknya yang berhampiran dengan pasar lama Tanjungbalai. Sebutan “Masjid Pasar” ini sangat populer, dan kekal sehingga kini. Bahkan, Masjid baru yang menggantikannya (Masjid Baitul Karim) dijuluki juga sebagai “Masjid Pasar”. Sama seperti Masjid Besar Raja Haji Abdul Ghani di Pulau Buru, masjid ini bertaraf Masjid Jamik: yaitu masjid utama dalam sebuah kawasan pemukiman (kampung) yang digunakan sebagai tempat bersembahyang dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya oleh kaum muslimin dan muslimat setempat. Masjid lama Tanjungbalai atau “Masjid Raya Karimun” di Kampung Tanjung, Kota Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, dibangun diatas hamparan tanah wakaf oleh masyarakat Melayu di Tanjungbalai. (Dikutip dari buku Khazanah Masjid Bersejarah Bumi Berazam, DPD BKPRMI Kab. Karimun)

Berita & Pengumuman Masjid BAITUL KARIM

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa  Pandemi Covid-19

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa Pandemi Covid-19

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ للهÙ..